Cara atau kebiasaan keramas yang terkesan sepele atau hal biasa ternyata dapat menyebabkan kerusakan rambut seperti rambut menjadi rontok, bercabang, kusam atau kulit kepala menjadi bersisik. Jadi kita tidak perlu mencoba berbagai macam perawatan atau mencoba berbagai formula rambut untuk memperbaiki kerusakan rambut kita.
Berikut cara-cara berkeramas yang kurang baik atau salah, dalam kebiasaan sehari-hari kita.
Tidak membasahi rambut
Untuk memastikan sampo bekerja maksimal, pastikan helai rambut dan kulit kepala basah secara merata agar kotoran yang ada di permukaan larut bersama air. Atau gunakan shower selama tiga hingga empat menit sebelum Anda mulai menuangkan sampo. Hindari pula meremas-remas rambut saat membasahinya.
Kadar Busa
Kandungan detergen pada sampo juga penting untuk membersihkan rambut, tanpa busa, kotoran yang menempel tidak akan bersih. Busa sampo yang menciptakan proses vacuum yang menyerap segala kotoran dan menyingkirkannya dari rambut. Namun busa yang terlalu banyak juga dapat membuat helai rambut kehilangan kelembaban dan menjadi kering.
Gesekan kuat
Pastikan Anda tidak menggosok rambut dengan kuat. Rambut yang bergesekan satu sama lain, membuat rambut pecah-pecah, bercabang dan tipis. Sampo ini sebenarnya akan bekerja maksimal pada kulit kepala, oleh karena itu, fokuskan pemijatan pada bagian kulit kepala agar nutrisi sampo dapat terserap dengan baik.
Mengulang keramas
Keramas sebanyak satu kali saja sudah cukup. Mitos menggunakan sampo, membilas dan menuangkan sampo lagi adalah hal yang salah. Mitos tersebut diciptakan pada masa 1950-an ketika wanita masih keramas seminggu sekali.
Tidak membilas sampai bersih
Pastikan Anda membilas dengan bersih. Sampo yang masih tertinggal pada kulit kepala atau helai rambut dalam waktu lama akan menyebabkan ketombe. Kerusakan kulit kepala ini yang membuat rambut mudah rontok.
Menggunakan kondisioner di kulit kepala
Memakai kondisioner adalah hal yang wajib untuk mengembalikan kelembaban rambut. Aplikasikan kondisoner di bagian tengah hingga ujung rambut. Hindari area kulit kepala, kondisioner yang masuk melalui akar rambut justru akan membuat rambut menjadi berminyak.
Tidak membasahi rambut
Untuk memastikan sampo bekerja maksimal, pastikan helai rambut dan kulit kepala basah secara merata agar kotoran yang ada di permukaan larut bersama air. Atau gunakan shower selama tiga hingga empat menit sebelum Anda mulai menuangkan sampo. Hindari pula meremas-remas rambut saat membasahinya.
Kadar Busa
Kandungan detergen pada sampo juga penting untuk membersihkan rambut, tanpa busa, kotoran yang menempel tidak akan bersih. Busa sampo yang menciptakan proses vacuum yang menyerap segala kotoran dan menyingkirkannya dari rambut. Namun busa yang terlalu banyak juga dapat membuat helai rambut kehilangan kelembaban dan menjadi kering.
Gesekan kuat
Pastikan Anda tidak menggosok rambut dengan kuat. Rambut yang bergesekan satu sama lain, membuat rambut pecah-pecah, bercabang dan tipis. Sampo ini sebenarnya akan bekerja maksimal pada kulit kepala, oleh karena itu, fokuskan pemijatan pada bagian kulit kepala agar nutrisi sampo dapat terserap dengan baik.
Mengulang keramas
Keramas sebanyak satu kali saja sudah cukup. Mitos menggunakan sampo, membilas dan menuangkan sampo lagi adalah hal yang salah. Mitos tersebut diciptakan pada masa 1950-an ketika wanita masih keramas seminggu sekali.
Tidak membilas sampai bersih
Pastikan Anda membilas dengan bersih. Sampo yang masih tertinggal pada kulit kepala atau helai rambut dalam waktu lama akan menyebabkan ketombe. Kerusakan kulit kepala ini yang membuat rambut mudah rontok.
Menggunakan kondisioner di kulit kepala
Memakai kondisioner adalah hal yang wajib untuk mengembalikan kelembaban rambut. Aplikasikan kondisoner di bagian tengah hingga ujung rambut. Hindari area kulit kepala, kondisioner yang masuk melalui akar rambut justru akan membuat rambut menjadi berminyak.
Kebutuhan akan toilet sudah menjadi kodrati kehidupan sehari-hari, namun sebagian orang masih menganggap sepele tentang kebersihan dan kenyaman sebuah toilet. Demikian juga ketika kita bepergian keluar kota tentunya ada kalanya kita perlu beristirahat untuk sekedar buah air kecil atau BAB jika terpaksa. Namun seperti kita tahu bahwa sebagian toilet umum di terminal, spbu maupun rumah makan masih banyak yang belum memenuhi standart untuk ukuran toilet umum baik dari segi perlengkapan, kebersihan maupun desainnya.
Untuk itu kita perlu memperhatikan beberapa hal ketika kita menggunakan toilet umum atau toilet publik. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan toilet umum :
- Perhatikan ketersediaan air dalam toilet.
- Jika menemui toilet duduk, jangan coba-coba jongkok di atas toilet duduk ketika kita menggunakan toilet umum, sekedar peringatan ada pengguna toilet yang jongkok pada toilet duduk dan toilet tersebut pecah kemudian pecahan toilet justru mengenai paha, fatal bukan.
- Gunakan tissu untuk mengelap dudukan toilet terlebih dahulu sebelum kita gunakan.
- Perhatikan juga apakah ada tersedia tisu dan sabun cair pada toilet tersebut, jadi sekedar saran lebih baik membawa tissu secukupnya dan sabun cair pribadi ketika bepergian jarak jauh.
- Jangan gunakan air bak "menggenang" untuk membasuh daerah intim kita ketika berada pada toilet umum, lebih baik gunakan air mengalir dari kran. Karena bisa jadi pada genangan air bak tersebut tidak hygenis, beresiko tertular penyakit.
- Pastikan menyiram setelah menggunakan closet atau urinal sampai bersih, toh orang lain juga tidak mau ketika akan menggunakan toilet tersebut masih kotor dan bau.
Ponsel atau handphone sudah menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari, bahkan banyak 1 orang memiliki lebih dari 1 buah ponsel. Ponsel sudah bukan lagi hanya sebagai alat telepon dan sms saja saat ini, seiring dengan kemajuan teknologi saat ini ponsel sudah selayaknya dianggap komputer genggam. Kenapa saya sebut sebagai komputer genggam, ya karena ponsel saat ini sudah memiliki fitur yang lengkap, tidak hanya digunakan untuk telepon dan sms saja tetapi karena lengkapnya fitur ponsel dapat digunakan sebagai kamera, organiser maupun sarana online internet.
Kembali pada pokok masalah bahaya kuman pada ponsel, jadi ponsel sudah menjadi sebuah gaya hidup dan menjadi bagian vital dari aktifitas sehari-hari. Ponsel selalu dibawa dan dipegang kemanapun dan dimanapun aktifitas pemiliknya, bahkan ada yang dengan sengaja membawa ponsel pada saat melakukan aktifitas BAB di toilet sambil chat atau browsing internet. Dari hal inilah, maka ponsel tanpa disadari dapat menjadi media hinggapnya kuman dari tangan kita sendiri sewaktu memegang kotoran kemudian memegang ponsel.
Bahkan banyak dari kita memiliki kebiasaan makan sambil chat, browsing atau memegang ponsel kita, padahal ponsel yang kita pegang belum tentu hygienis.
Jadi mari biasakan hidup sehat, dengan menggunakan peralatan sebagai mana mestinya dan tepat guna tentunya. Jangan lupa selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum melakukan aktifitas makan, jauhkan kebiasaan makan sambil pegang ponsel.
Penggunaan sabun batangan ataupun sabun colek pada toilet atau washroom umum sudah tidak layak lagi digunakan saat ini. Kesadaran masyarakat akan kesehatan dan resiko tertular kuman di tempat umum dari penggunaan sabun batangan atau sabun colek sudah cukup tinggi. Jika diamati, pengguna toilet sudah mulai enggan menggunakan sabun batangan atau sabun colek yang disediakan oleh pihak pengelola gedung. Disamping tidak hygienis, penggunaan sabun batangan pada toilet atau washroom umum dirasa tidak etis dan tidak layak untuk sebuah standart kesehatan dan layanan.
Namun demikian, penggunaan sabun cair pada toilet publik atau toilet umum perlu perhatian khusus dan pengecekan secara berkala oleh pengelola. Seringkali pemakai umum dalam penggunaan atau pemakaian lebih boros dibandingkan dengan pemakaian secara pribadi. Jadi memang perlu ekstra biaya dan perhatian untuk penggunaan sabun cair pada toilet publik.
Namun demikian, penggunaan sabun cair pada toilet publik atau toilet umum perlu perhatian khusus dan pengecekan secara berkala oleh pengelola. Seringkali pemakai umum dalam penggunaan atau pemakaian lebih boros dibandingkan dengan pemakaian secara pribadi. Jadi memang perlu ekstra biaya dan perhatian untuk penggunaan sabun cair pada toilet publik.
Pengering tangan merupakan alat untuk membantu mengeringkan tangan setelah kita mencuci tangan dengan air. Pada toilet-toilet hotel maupun rumah makan besar memang pengering tangan sudah menjadi sebuah layanan kesehatan untuk tamunya. Karena dengan pengering tangan dapat mengurangi resiko silang tertular penyakit atau virus antara sesama penguna toilet atau washtafel umum, dibandingkan penggunaan kain lap biasa. Namun tetap ada kelebihan dan kekurangan menggunakan alat pengering tangan, berikut saya tulis sedikit tentang kelebihan dan kekurangan penggunaan pengering tangan pada toilet publik.
Kekurangan :
Kekurangan :
- Boros daya pemakaian listrik, karena alat-alat listrik berupa pendingin atau pemanas pasti membutuhkan konsumsi listrik besar. Sebenarnya pada alat pengering tangan konsumsi listrik terbesar terletak pada bagian heater atau pemanas yang dapat mencapai 1000 Watt.
- Pemakaian menyebabkan bunyi dan jika alat sudah lama digunakan akan menyebabkan bunyi atau suara sedikit bising.
- Perlu maintenance untuk menjaga kepastian alat bekerja dengan baik, karena rata-rata alat pengering tangan menggunakan sensor otomatis untuk mengaktifkan mesin.
- Tidak menimbulkan sampah, dibandingkan dengan pemakaian tisu.
- Lebih hygienis dibandingkan dengan pemakaian kain lap secara bersama-sama.





