Taipan properti, Ciputra menilai kurangnya jumlah wirausahawan di Indonesia
dikarenakan bangsa ini mengalami masa penjajahan yang cukup lama, lebih dari
350 tahun. Hal ini berdampak kepada minimnya jiwa kewirausahawan dalam diri
masyarakatnya."Tadi ditanyakan Wapres, kenapa kurang enterpreneur? Itu karena Indonesia pernah dijajah 350 tahun, pribumi dijadikan buruh, kurir," ujar Ciputra dalam acara Global Enterpreneurship Week di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (12/11/2012).
"Bahkan ada joke, di Olimpiade, orang Ethiopia menang lomba lari, tapi Indonesia menang angkat besi. Itu karena terbiasa angkat barang karena biasa menjadi buruh," candanya.
Menurut Ciputra, dalam mengembangkan bisnis, dibutuhkan 3 hal yaitu integritas, profesionalisme, serta jiwa enterpreneurship. Untuk itu, lanjutnya, pihak Ciputra menyediakan ratusan sekolah dan 4 universitas untuk memberikan pengajaran tentang jiwa kewirausahaan.
"Kami mengajarkan orang menjadi owner, bukan yang mencari pekerjaan, sekarang harus jadi Generasi Owner," tegasnya.
Ciputra juga mengimbau agar bank-bank melalui cabangnya di daerah mampu memberikan pengajaran dan informasi kepada masyarakat mengenai fasilitas perbankan untuk pengembangan kewirausahaan.
"Bank-bank pada Sabtu-Minggu jadi inkubator center, mentor-mentor untuk membina perusahaan lain," tandasnya.
Sumber : detikfinance









